Jum’at 12/12/2014 dini hari , kira – kira jam 03:48
Entah apa dan ada apa , aku tiba2 terjada dari tidur ku lalu
ku dibenakau tertuju dia , iyaa terfikir tentang dia tiba tiba , mungkin dia
sedang bersujud kala itu , lalu mendoa kan aku , bisa jadi seperti itu karna
yang aku tau dia rajin buat solat tengah malam..
Aku dan dia , ga pernah lagi bertemu setelah kejadian itu ,
kejadian yang membuat aku sadar setelah berbulan bulan aku mencoba buat
membangunkan kisah kita dan hasilnya nol , waktu itu juga kejadiannya jum’at .
kala itu aku tengah istirahat selepas kerja , aku mampir kerumah dia Cuma
berniat menitipkan baju yang aku pakai paginya karna paginya hujan deras jadi
aku pakai kaos biasa tapi sampai disana aku malah di usir dan di bilang “setiap
kali kamu datang Cuma bawa masalah..” , denger dia ngomong seperti itu , aku
yang biasanya kuat ternyata ga bisa nahan air mata dan tiba tiba meneteskan air
mata lalu aku berkata “aku Cuma mau nitipin baju , tas aku berat bgt
bawaannya…” tapi dia tetap mengusirku..
Aku pergi dari rumah dia , lalu aku ikuti dia dari belakang
dan arah motornya tertuju ke armada yang menuju ke semarang , aku marah , emosi
ku meledak , aku berantakan , dan aku hampir tak peduli dengan keadaan hidup ku
selanjutnya , entak untuk apa dia ke kota itu mungkin menemui kekasih barunya ,
orang yang mampu mengambil dia dari aku , orang yang tak pernah mau
mengembalikan dia pada ku , orang yang membuat aku benci dengan kota itu ,
menyakitkan memang , aku hampir gila dengan keadaan yang seperti ini , ketika
aku tak pikir panjang buat ikut ke kota itu bersama dia , tapi ternyata dalam
keadaan dan kejadian itulah aku mendapat jawaban yang selama ini aku tunggu…
Dia bilang “sumpah yaa , aku benci banget sama kamu , jauhin
aku…. Kamu bikan siapa-siapa ku lagi ” , aku terdiam menunduk dan menahan sesak
dalam hati ku lalu aku berkata …”aku milih kita mati bersama dari pada kaya
gini “ , entah lah itu omongan bener atau omongan yang di bawah sadar , aku
menatap wajahnya , melihat matanya , jauh disana mungkin bener dia mau aku
menjauhi aku dan bener dia membenci aku , sebelum ini aku selalu berfikir dia
selalu sayang dan cinta sama aku , di dalam hatinya Cuma aku , dia melakukan
ini mungkin untuk menghukum ku karna
kesalahan yang aku lakukan tapi hari itu membuat ku sadar bahwa apa yang aku
pikirikan selama ini semua nya salah , dia sudah bener-bener bahagia dengan
pilihannya , di hati dia sudah tak ada lagi nama ku , di ingatnya sudah tak ada
lagi kisah tentang aku dan dia , di langkahnya sudah tak ada lagi tujuan yang
mengarah pada ku dan di dalam doanya tak
ada lagi berharap untuk kembali sama aku…
Setelah perdebatan panjang di depan loket itu , aku dan dia
masuk kedalam minibus , aku dan dia duduk bersampingan , aku merasa gila
melakukan hal senekat ini , aku pegang tangan dia namun dia menolak , aku diam
sejenak dan berfikir , sesaat aku tersadar , aku memang bukan siapa-siapa dia
lagi , dia berhak bahagia , dan dia berhak menentukan pilihanya untuk kembali
sama aku atau pergi dari ku untuk mengejar orang yang sekarang ada di
kehidupannya , aku berteriak ke supir minibus itu untuk menghentikan laju nya ,
dan aku turun dari kendaran itu , aku sudah dapatkan jawabnya , aku harus sadar
….
Harusnya 8 november kemaren adalah genap aku dan dia 4th
, percaya atau gak , aku seperti bermimpi saat itu , semua yang aku siapin buat
itu semua ga ada yang ke pake satu pun , dari kue , diner sampai kado nya ,
semua menjadi tumpukan rencana yang Cuma jadi sampah sekarang , aku sudah
berniat tapi hati tak pernah dusta , di hati ini selalu ada nama dia , serasa
mati rasa ketika melihat yang lain karna hati ini merasa sudah memiliki tuan
nya dan percaya bahwa tuanya akan kembali , entah kapan itu atau mungkin gak
pernah kembali lagi..
Kelak ketika kamu sudah bahagia dengan yang lain dan betemu
dengan ku di antara sisi jalan yang berbeda semoga ada tawa dan senyum yang
menyakinkan aku bahwa dia telah bahagia . aku berdoa semoga tuhan selalu
membahagia kan dia , mencukupkan segala kkebutuhannya , biarlah kisah ini
menjadi cerita di kehidupan aku dan dia , menjadi kisah yang selalu membuat ku
menitikan air mata ketika mengingatnya karna terlalu banyak yang harus aku
simpan tentang perasaan ini.